Benarkah Diet Dapat Mengatasi Depresi?

Cobalah untuk memakan makanan berprotein selama beberapa kali sehari, terlebih lagi ketika Anda ingin menjernihkan pikiran dan meningkatkan energi.
(Source: www.pexels.com)

Mengalami depresi bukanlah suatu keadaan yang mudah. Tidak hanya akan memberi pengaruh buruk terhadap gaya hidup dan pekerjaan, tetapi juga dapat menjauhkan seseorang dari lingkungan pertemanan dan keluarga. Tidak hanya itu, pemahaman masyarakat akan depresi masih sangat minim. Banyak yang menganggap bahwa orang-orang yang memiliki depresi sebaiknya tidak melakukan apa-apa karena hanya akan menghambat pekerjaan saja. Padahal, pemikiran seperti itu akan semakin memperburuk stigma masyarakat terhadap pengidap depresi.

Oleh karena itu, masih banyak pengidap depresi yang takut untuk mengatakan bahwa mereka memiliki penyakit mental. Tidak hanya, masih banyak juga yang bingung untuk mencari obat depresi karena tidak adanya penyuluhan mengenai bagaimana cara mengatasi depresi tersebut. Bahkan, ada beberapa orang yang menganggap bahwa menjalani diet yang bagus dapat mengatasi depresi.

Sayangnya, sampai saat ini tidak ada diet yang sudah terbukti dapat mengatasi depresi. Meski memakan makanan yang sehat dan memiliki gaya hidup sehat tidak akan mengatasi depresi Anda atau secara langsung menaikkan suasana hati Anda, tetapi diet mungkin dapat dijadikan sebagai bagian dari pengobatan Anda.

Antioksidan Mencegah Kerusakan Sel

Tubuh manusia biasanya memproduksi molekul bernama radikal bebas. Akan tetapi, produksi ini dapat membuat sel rusak, penuaan, dan beberapa masalah lain. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa otak manusia khususnya sedang berada dalam keadaan yang beresiko.

Meskipun tidak ada cara untuk benar-benar menghentikan radikal bebas, tetapi Anda dapat mengurangi efek merusak mereka dengan memakan yang kaya akan antioksidan. Beberapa di antaranya adalah makanan dengan zat beta-karoten seperti aprikot, brokoli, blewah, wortel, sawi, persik, labu, bayam, dan kentang manis.Selanjutnya, makanan dengan vitamin C seperti blueberry, brokoli, jeruk bali, kiwi, jeruk, stroberi, dan tomat. Kemudian, makanan dengan vitamin E seperti margarin, kacang, dan minyak sayur.

Karbohidrat Dapat Meningkatkan Suasana Hati

Karbohidrat memiliki hubungan dengan zat serotonin dalam otak yang dapat membantu seseorang meningkatkan suasana hati mereka. Meski para ahli masih belum yakin, akan tetapi keinginan untuk mengkonsumsi karbohidrat terkadang mungkin berhubungan dengan tingkat serotonin yang rendah.

Meski begitu, Anda tetap harus memilih karbohidrat dengan baik. Batasi memakan makanan bergula, dan konsumsilah karbohidrat yang lebih bermanfaat seperti gandum dibandingkan dengan kue atau biskuit. Selain itu, buah-buahan dan sayuran juga memiliki tingkat karbohidrat dan serat yang bagus.

Makanan Berprotein Meningkatkan Kewaspadaan

Makanan seperti daging kalkun, tuna, dan ayam memiliki asam amino bernama triptofan yang dapat membantu tubuh Anda memproduksi serotonin. Cobalah untuk memakan makanan berprotein selama beberapa kali sehari, terlebih lagi ketika Anda ingin menjernihkan pikiran dan meningkatkan energi.

Beberapa sumber protein sehat yang patut dikonsumsi adalah buncis dan kacang polong, daging sapi, keju rendah kalori, ikan, susu, daging unggas, produk berbahan dasar kedelai, dan yogurt.

Konsumsi Vitamin D Yang Cukup

Sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa kemungkinan seseorang mengidap depresi adalah pada orang-orang dengan tingkat vitamin D yang rendah. Sementara dalam penelitian lain, para peneliti dari University of Toronto melihat bahwa orang-orang yang memiliki gejala depresi, terlebih lagi mereka dengan Gangguan Afektif Musiman (GAM), cenderung menjadi lebih baik ketika tingkat vitamin D dalam tubuh mereka meningkat. Akan tetapi, para peneliti tidak tahu seberapa ideal vitamin D untuk tubuh. Terlalu banyak mengkonsumsi vitamin D dapat menyebabkan permasalahan dengan tingkat kalsium dalam tubuh dan seberapa baik ginjal bekerja.

Pilihlah Makanan Yang Kaya Akan Selenium

Penelitian menunjukkan adanya hubungan antara selenium yang rendah dan suasana hati yang buruk. Akan tetapi, bukti tidak terlalu jelas menunjukkan apakah dengan mengkonsumsi suplemen kesehatan dapat membantu meningkatkan selenium yang dibutuhkan apa tidak. Yang dikhawatirkan adalah selenium yang dikonsumsi malah terlalu banyak.

Maka dari itu, untuk meningkatkan selenium sesuai dengan yang dibutuhkan yakni 55 mikrogram sehari untuk orang dewasa, maka Anda dapat berfokus kepada beberapa makanan seperti kacang-kacangan, daging-dagingan tanpa kulit, dan produk berbahan dasar susu rendah lemak.

Banyak masyarakat pengidap depresi juga memiliki masalah dengan konsumsi alkohol dan narkoba. Tidak hanya kedua hal tersebut dapat mengganggu suasana hati, jam tidur, dan motivasi Anda, tetapi mereka juga dapat mengurangi keefektifan obat-obat depresi Anda. Selain itu, makanan dan minuman yang mengandung kafein juga dapat memicu kecemasan dan membuat Anda memiliki kesulitan untuk tidur. Maka dari itu, membatasi pengonsumsian kafein di siang hari mungkin akan membantu Anda memiliki jam tidur yang lebih baik.