Perbandingan Gojek dan Grab, Indonesia

Ojek Online adalah ojek yang prosesnya dilakukan dengan melakukan pemesanan melalui online. Berbeda halnya dengan ojek pangkalan yang penumpang akan datang langsung ke pangkalan ojek yang ada. Jadi Ojek Online atau Ojol ini akan semakin memudahkan para penumpang dalam memesan ojek, karena mereka akan datang menghampiri para penumpang ke lokasi yang telah ditentukan. Selain itu penumpang juga akan dapat tahu secara langsung jumlah biaya yang nantinya harus dikeluarkan.

Perbandingan Gojek dan Grab, Indonesia

Sebagai pengguna ojek online anda tentunya perlu mengetahui perbandingan antara Gojek dan juga Grab. Karena dengan begitu, anda akan bisa paham dengan harga yang ditawarkan dari masing-masing jasa online s128 tersebut. Mungkin yang sering dibandingkan oleh para pengguna Ojek Online atau Ojol adalah soal harga dan juga jasa yang disediakan. Jika beberapa tahun lalu kita masih sering naik kendaraan umum konvensional, seperti halnya ojek pangkalan dan juga angkot, lain ceritanya dengan sekarang.

seperti yang dikutip dari baguspedia, bahwa kemajuan teknologi sekarang ini akan mempermudah dan juga membantu manusia. Maka dengan menggunakan handphone Anda sudah dapat memesan ojek. Hampir di setiap tempat sekarang ini bisa ditemui ojek online yang siap digunakan dan sangat mudah memesannya. Hanya dengan menggunakan sebuah aplikasi ojek online di handphone maka Anda nantinya akan dapat dengan mudah mendapat ojek. Bahkan anda akan jemput sampai depan rumah.

Kehadiran ojek online ini nantinya memang dapat membuat anda mudah kemana-mana, lebih praktis dan juga lebih murah. Dari jumlah penyedia layanan ini dan adanya macam-macam ojek online yang hadir di Indonesia. Nama-nama ojek online seperti GoJek dan juga Grab memang menjadi yang paling menonjol dan juga bersaing cukup ketat di Indonesia. Berikut ini adalah perbedaan Gojek dan Grab. Walau sama-sama identik menggunakan warna hijau, masing-masing punya senjata untuk dapat menarik perhatian konsumen.

1. Ojek Online Gojek

Pada saat ini total terdapat 13 layanan yang ditawarkan oleh Gojek. Selain yang utama sebagai layanan ojek online, yaitu Go-ride, Go-Jek juga menawarkan berbagai layanan lainnya yang dapat memudahkan banyak kegiatan. Dengan jumlah armada yang semakin banyak, yaitu sekitar 220 ribu driver (per April 2016), Go-Jek juga menguasai pasar lokal dengan operasionalnya yang mencakup hampir semua kota-kota besar yang ada di Indonesia. Layanan yang menjadi besutan Nadiem Makarim ini tersedia di berbagai wilayah di Indonesia.

Hampir semua kota besar yang ada di seluruh Indonesia sudah terdapat di dalam armada Gojek ini. Seperti kota Jabodetabek, Bandung, Yogyakarta, Solo, Bali, Semarang, Surabaya, Malang, Makassar, Palembang, Medan, Balikpapan, Manado, Samarinda, dan juga Batam. Go-Jek memberlakukan jam sibuk atau yang disebut dengan rush hour yakni pada pagi hari 06.00 ~ 09.00 dan juga sore 16.00 ~ 19.00. Di jam ini, tarif biasnaya akan lebih mahal sekitar Rp 5.000 dari jam normal.

Untuk menarik minat para konsumen, Go-Jek merayu pelanggan-nya dengan menawarkan berbagai macam diskon tarif perjalanan hingga 50% jika membayar dengan uang elektronik seperti Go-Pay. Sejauh ini, promosi tersebut juga masih dilakukan hingga Januari 2019. Promosi ini juga dilakukan Go-Jek untuk dapat mendorong lebih banyak orang beralih ke cashless experience alias pembayaran dengan non tunai.

Update dari potongan tarif jika pembayaran menggunakan Go-Pay, di awal tahun 2019 ini mengalami sebuah penurunan. Dimana potongan dengan menggunakan Go-Pay saat ini hanya sekitar Rp 2000 dari biaya sekitar Rp 50.000, jadi hanya mendapat potongan sekitar 5%. Berbicara soal pengalaman menggunakan aplikasi, sayangnya pada aplikasi Go-Jek ini masih kerap ditemui error. Terkadang, orderan driver tersendat atau malah terjadi double order yang kemudian sering membingungkan pengguna dan juga driver.

Jadi, ini akan memakan pulsa tambahan di luar paket dari data internet ketika driver dan penumpang perlu menelpon ataupun juga SMS. Di sisi lain, hal ini memungkinkan nomor telepon penumpang bisa diketahui driver. Catatan lainnya, pada awal aplikasi Go-Jek mereka tidak dicantumkan plat nomor kendaraan driver, namun sekarang plat nomor dari armada yang akan digunakan oleh pengguna sudah muncul di aplikasi.

Sehingga tidak akan menyulitkan pengguna untuk menemukan driver yang menjemput mereka. Gojek adalah salah satu produk asli Indonesia yang sekarang ini banyak diminati atau diaplikasikan di beberapa negara di kawasan Asia. Seperti halnya Malaysia, Vietnam dan Thailand.

2. Ojek Online Grab

Grab juga memiliki berbagai macam layanan yang sangat menarik. Saat ini Grab menawarkan tujuh layanan utamanya. Jumlah armadanya di ketahui kurang lebih 250 ribu dari data yang diambil pada April 2016, namun angka itu mencakup penyebarannya di Asia Tenggara. Startup yang dipimpin oleh Anthony Tan ini masih kalah dan masih di dominasi armada Go-Jek yang ada di pasar lokal.

Grab memang tak hanya fokus di Indonesia saja, melainkan mereka mengincar pasar Asia Tenggara. Layanan ride sharing tersebut pada saat ini sudah hadir di beberapa negara di kawasan Asia seperti halnya di Malaysia, Indonesia, Singapura, Vietnam, Kamboja, Thailand dan juga Filipina.

Sebagai pesaing dari Go-Jek, Grab berupaya mengambil hati konsumen dengan cara memberikan berbagai macam diskon secara agresif. Grab kerap membuat kampanye tematik yang memasukkan kode tertentu untuk mendapatkan promo, bahkan menggratiskan tarif perjalanan. Sama seperti Go-Jek, Grab juga memberlakukan sistem jam sibuk atau rush hour yakni pada pagi hari sekitar 06.00-09.00 dan juga sore 16.00-19.00.

Di jam-jam ini, tarif otomatis akan lebih mahal sekitar Rp 5.000 dari jam normalnya. Untuk aplikasi sendiri, Grab relatif lebih smooth dan juga lebih minim terjadinya error dibandingkan dengan menggunakan Go-Jek. Nilai plusnya, Grab juga punya fitur chat dan panggilan telepon yang ada di dalam aplikasi.

Jadi, tidak perlu biaya tambahan atau (koneksi seluler) ketika anda nantinya harus menelepon atau SMS, karena semuanya sudah berbasis data internet. Fitur komunikasi dapat membuat driver maupun penumpang tidak saling tahu nomor telepon sehingga privasi dapat lebih terjaga. Grab juga mencantumkan plat nomor kendaraan si driver pada aplikasinya, sehingga bisa memudahkan penumpang menemukan driver yang akan menjemput.

3. Perbandingan Tarif Harga Gojek dan Grab

Gojek dan Grab memiliki perbandingan tarif yang cukup berbeda, masing-masing memiliki cara sendiri untuk menarik konsumen dengan memberikan discount ataupun juga potongan harga. Potongan ini diberlakukan pada jam-jam tertentu saja.

Konsumen dapat memilih sendiri ingin menggunakan jasa ojek online Gojek atau Grab. Karena harganya sudah muncul di setiap akan melakukan pemesanan, jadi konsumen akan benar-benar dimudahkan dalam memilih tarif-nya.

Demikian itulah beberapa perbandingan antara Go-jek dan juga Grab yang sekarang ini menjadi moda transportasi online yang paling digandrungi di Indonesia. Dengan adanya kedua aplikasi tersebut, dapat memudahkan aktivitas setiap orang menjadi lebih efisien dengan tarif yang murah.