Ingin Bakar Lemak Dengan Cepat? Jangan Sarapan Sebelum Olahraga

Para peneliti ini membangun studi tersebut sebagai bagian dari bukti yang berkembang bahwa waktu makan memiliki dampak terhadap efektivitas olahraga.
(Source: unsplash.com)

Menurut sebuah penelitian baru yang dirilis pada Oktober 2019 dalam The Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism oleh para ilmuwan kesehatan di dua universitas ternama di Inggris,, berolahraga sebelum sarapan ternyata dapat meningkatkan manfaat kesehatan bagi orang-orang. Hal tersebut juga termasuk dalam bakar lemak lebih banyak secara signifikan, dan membantu untuk mengendalikan gula darah dengan lebih baik.

Dalam studi yang dilakukan selama 6 minggu tersebut, para ilmuwan dari universitas di Bath dan Birmingham ini telah melakukan penelitian terhadap banyak sekali pria dengan berat badan berlebih, atau obesitas, yang menetap di wilayah Bath di Inggris. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa mereka yang berolahraga terlebih dahulu sebelum sarapan ternyata mampu bakar lemak dua kali lebih banyak dibandingkan dengan mereka yang berolahraga sesudah sarapan.

Para peneliti juga menemukan bahwa mereka yang berolahraga setelah berpuasa di malam sebelumnya memiliki kadar insulin yang lebih rendang selama sedang olahraga.

Bagaimana Penelitian Bekerja

Para peserta penelitian yang turut berpartisipasi, mereka yang terlibat dalam kegiatan bersepeda dengan intensitas sedang, memakan makanan mereka sebelum jam 8 malam di hari sebelum mereka berolahraga. Kemudian, para peneliti membandingkan hasilnya dari dua grup tersebut. Mereka yang sarapan sebelum olahraga dan mereka yang sarapan sesudah olahraga, dengan sekelompok pria yang tidak melakukan pergantian gaya hidup.

Para peneliti ini membangun studi tersebut sebagai bagian dari bukti yang berkembang bahwa waktu makan memiliki dampak terhadap efektivitas olahraga. Meskipun melakukan olahraga sebelum sarapan selama 6 minggu tidak memperlihatkan hasil yang berbeda dalam perbedaan penurunan berat badan, akan tetapi studi tersebut menunjukkan bahwa terdapat dampak yang positif terhadap kesehatan para peserta penelitian tersebut. Hal itu disebabkan karena tubuh mereka merespon insulin dengan lebih baik.

Efek tersebut tentu saja memiliki konsekuensi jangka panjang yang signifikan dalam menjaga kadar gula darah dalam keadaan normal, dan juga memiliki potensi untuk mengurangi risiko penyakit jantung dan juga diabetes. Para peneliti mengatakan bahwa data yang telah mereka kumpulkan merupakan data pertama yang menunjukkan bahwa berolahraga sebelum sarapan memiliki dampak pada latihan olahraga intensitas sedang pada pria dengan berat badan lebih atau obesitas.

Para peneliti juga menjelaskan bahwa peningkatan penggunaan lemak sebagian besar disebabkan oleh rendahnya insulin yang terdapat dalam tubuh selama melakukan olahraga. Hal tersebut berarti mereka yang melakukan olahraga sebelum sarapan menggunakan lemak lebih banyak dari jaringan lemak dan juga lemak yang berada dalam otot sebagai bahan bakar agar tubuh mendapatkan stamina untuk melakukan olahraga tersebut.

Javier Gonzalez, seorang profesor senior dalam mata kuliah fisiologi manusia di University of Bath mengatakan bahwa hal terbesar yang dapat diambil dari penelitian tersebut adalah bahwa waktu makan yang memiliki kaitan dengan olahraga memiliki dampak yang sangat signifikan dan mendalam terhadap olahraga. Bagi mereka yang ingin memaksimalkan manfaat kesehatan dari berolahraga, melakukan beberapa kegiatan olahraga dalam keadaan puasa semalaman cenderung akan memberikan manfaat yang lebih besar jika dibandingkan dengan melakukan seluruh kegiatan olahraga setelah sarapan pagi.

Gonzalez mencatat bahwa terdapat satu penelitian sebelumnya yang mirip dengan penelitian yang sedang dibicarakan. Penelitian sebelumnya tersebut menyarankan bahwa satu kali sesi olahraga yang dilakukan sebelum sarapan dapat meningkatkan penggunaan lemak dalam tubuh. Akan tetapi, ketika studi tersebut dirilis, masih belum ada keyakinan dari masyarakat apakah penggunaan lemak ini akan bertahan selama berjalannya program olahraga, atau hanya akan terjadi dalam periode waktu yang berkelanjutan.

Sementara dalam penelitian terbaru mengenai olahraga sebelum sarapan, terdapat hasil yang menunjukkan bahwa peningkatan lemak dalam program olahraga sebelum sarapan dapat berlanjut selama 6 minggu lamanya. Selanjutnya, hasil tersebut juga dapat diterjemahkan sebagai peningkatan sensitivitas tubuh terhadap insulin dan juga adaptasi pada otot yang terkait dengan pengontrolan glukosa. Gonzalez juga menambahkan bahwa peningkatan sensitivitas insulin dan adaptasi otot tersebut memiliki potensial untuk mengurangi resiko berkembangnya diabetes tipe 2.

Menjadi Lebih Sehat Tanpa Mengurangi Berat Badan

Seorang asisten profesor di Departemen Kesehatan, Olahraga, dan Sains Rehabilitatif pada Winona State University di Minnesota, Kent Hansen, mengatakan bahwa pesan kesehatan publik yang didapat melalui penelitian tersebut adalah Anda tidak harus mengurangi lemak tubuh untuk lebih sensitif terhadap insulin.

Hansen mengatakan bahwa apabila Anda terlahir dengan genetik yang membuat Anda menjadi orang yang lebih besar dibandingkan orang lain secara natural, maka Anda tidak perlu mengurangi berat badan. Melainkan Anda hanya perlu meningkatkan kesehatan Anda dengan metode yang mirip dengan apa yang dilakukan dalam penelitian sebelumnya.

Penelitian melakukan olahraga sebelum sarapan masih akan dilanjutkan. Sebab, hasil yang didapatkan hanyalah penggunaan lemak tersebut hanya berlangsung selama 6 minggu. Maka dari itu, langkah selanjutnya dalam melanjutkan penelitian adalah untuk melakukan eksplorasi terhadap efek jangka panjang dari jenis olahraga seperti dan juga ingin melihat apakah wanita akan mendapatkan manfaat yang sama apabila melakukan olahraga seperti ini yang telah dilakukan duluan oleh pria.